Senin, 22 September 2025

Analisis Regresi Linear Berganda

Model Penelitian

 

Penelitian diajukan untuk melihat pengaruh insentif dan gaya kepemimpinan terhadap prestasi kerja

X1 = Insentif

X2 = Gaya Kepemimpinan

Y   = Prestasi Kerja

 

Insentif

Ketentuan

Data diperoleh dengan kuesioner dengan menggunakan 5 pertanyaan

Variabel menggunakan skala likert 1-5

Nilai minimal – maksimal 5 – 15

 

Gaya Kepemimpinan

Ketentuan

Data diperoleh dengan kuesioner dengan menggunakan 5 pertanyaan

Variabel menggunakan skala likert 1-5

Nilai minimal – maksimal 5 – 15

 

Prestasi Kerja

Ketentuan
Data diperoleh dengan kuesioner dengan menggunakan 5 pertanyaan

Variabel menggunakan skala likert 1-5

Nilai minimal – maksimal 5 – 15

 

Judul

Pengaruh insentif dan gaya kepemimpinan terhadap prestasi kerja

 

Rumusan Masalah

1.   Apakah insentif berpengaruh positif terhadap prestasi kerja?

2.   Apakah gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja?

3.   Apakah insentif dan gaya kepemimpinan secara simultan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja?

 

Hipotesis

H1 : Insentif berpengaruh positif terhadap prestasi kerja

H2 : Gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja

H3 : Insentif dan gaya kepemimpinan secara simultan berpengaruh positif pada prestasi kerja

 

 Kerangka Berfikir

 



 

 

  Hasil Ouput Regresi Linear Berganda

  

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

341.979

2

170.990

36.859

.000b

Residual

264.421

57

4.639

 

 

Total

606.400

59

 

 

 

a. Dependent Variable: TotalPK

b. Predictors: (Constant), TotalGK, TotalI

 

Darai tabel ANOVA terlihat bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya dapat diartikan bahwa model penelitian tersbut fit, sehingga model penelitian dengan variabel tersebut baik dan dapat dilanjutkan ke pengujian lainnya.

Dari tabel ini juga terlihat bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dapat diartikan variable insentif dan variabel gaya kepemimpinan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Sehingga H3 terpenuhi

 

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

.104

2.273

 

.046

.964

TotalI

.342

.130

.325

2.641

.011

TotalGK

.585

.148

.486

3.945

.000

a. Dependent Variable: TotalPK

 

Dari tabel koefisien di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi untuk variabel insentif sebesar 0,011 < 0,05 dan variabel gaya kepemimpinan 0,000 < 0,05 sebagai variabel independen artinya variabel tersebut signifikan. 

Persamaan regresi untuk model penelitian di atas adalah

Y=0,104+0,342X1​+0,585X2​

Keterangan:

·        Y = TotalPK

·        X1 = TotalI

·        X2 = TotalGK


Konstanta (0,104)

  • Artinya, jika nilai X1 (TotalI) dan X2 (TotalGK) = 0, maka nilai Y (TotalPK) diperkirakan sebesar 0,104.

  • Konstanta ini menunjukkan nilai dasar dari Y ketika variabel bebas tidak ada kontribusi sama sekali

 Koefisien X1 (0,342)

  • Artinya, setiap kenaikan 1 satuan TotalI akan meningkatkan TotalPK sebesar 0,342, dengan asumsi variabel X2 (TotalGK) tetap atau konstan.

  • Koefisien ini menunjukkan pengaruh positif TotalI terhadap TotalPK.

Koefisien X2 (0,585)

  • Artinya, setiap kenaikan 1 satuan TotalGK akan meningkatkan TotalPK sebesar 0,585, dengan asumsi variabel X1 (TotalI) tetap atau konstan.

  • Koefisien ini juga menunjukkan pengaruh positif, dan lebih besar dibandingkan X1

Variabel TotalGK (Beta = 0,486) lebih dominan pengaruhnya dibanding TotalI (Beta = 0,325)


Uji Hipotesis

H1 : Insentif berpengaruh positif terhadap prestasi kerja
Berdasarkan pada nilai signifikansi, variabel insentif memiliki nilai signifikansi 0,011 < 0,05. Sementara nilai t hitung 2,641 > 1,67 (t tabel). Berdasarkan kedua kriteria tersebut, dapat disimpulkan hipotesis pertama diterima, artinya insentif berpengaruh positif terhadap prestasi kerja.
H2 : Gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja
Berdasarkan pada nilai signifikansi, variabel Status pernikahan memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sementara nilai t hitung 3,945 > 1,67 (t tabel) sehingga hipotesis kedua diterima, artinya gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja.
H3 : Insentif dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif pada prestasi kerja
Berdasarkan pada nilai signifikansi pada tabel Anova, uji F memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis diterima, artinya variabel insentif dan variabel gaya kepemimpinan secara bersama sama berpengaruh positif terhadap prestasi kerja.

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.751a

.564

.549

2.15382

2.447

a. Predictors: (Constant), TotalGK, TotalI

b. Dependent Variable: TotalPK

 

Nilai R sebesar 0,751 menunjukkan korelasi (hubungan) antara variabel bebas (Insentif dan Gaya Kepemimpinan) dengan variabel terikat (Prestasi Kerja) sebesar 75,1%, termasuk kuat

Nilai Adjusted R Square sebesar 0,549 menunjukkan 54,9% variabel Prestasi Kerja dapat dijelaskan oleh variabel Insentif dan Gaya Kepemimpinan sisanya sebesar 45,1% dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian ini.

Kesimpulan
1.      Insentif berpengaruh positif terhadap prestasi kerja
2.      Insentif pernikahan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja
3.      Insentif dan prestasi kerja secara bersama - sama berpengaruh positif pada prestasi kerja.


Created by Rischa Inung Fauziah


1 komentar: